BTDC Dinilai tidak Paham Konsep Pengembangan Wisata

Samsl Qomar / foto suarakomunitas.net

Wisata
Typography

LOMBOKita – Lambannya pembangunan kawasan Mandalika Resort yang dilakukan oleh Bali Tourism Development Coorporate (BTDC) selaku pihak pengembang juga mendapat respon kalangan anggota DPRD Lombok Tengah.

Sekretaris Komis I DPRD Lombok Tengah, Samsul Qomar menilai, pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Resort akan membutuhkan waktu cukup lama. Bahkan, bisa jadi akan kembali mangkrak.

“Saya khawatir BTDC akan kembali ingkar janji kepada masyarakat dan Pemda Lombok Tengah. Karena sampai saat ini pembangunan itu belum juga dimulai,” tegas Samsul Qomar di Praya, Sabtu (12/10/2013).

Hal itu juga, lanjut politisi Partai Demokrat ini, membuat dana hibah yang telah diberikan pemerintah pusat menjadi mubazir. Bahkan, Qomar menilai BTDC tidak paham dengan proses dan konsep pengembangan kawasan wisata.

Karena itu, Qomar meminta agar Pemprov NTB dan Pansus DPRD Lombok Tengah fokus terhadap persoalan pembangunan kawasan Mandalika Resort yang terletak di Kecamatan Pujut itu. Sehingga rencana besar pemerintah pusat dan daerah tidak mubazir begitu saja. Apalagi kawasan ini sudah diancang-ancang menjadi KEK Pariwisata Nasional.

Masyarakat, menurut Qomar, sudah tidak bisa berharap muluk-muluk. Sebab, proses hingga penetapan baru bisa tuntas dalam tempo satu hingga dua tahun. Pengembangan kawasan wisata itu telah memicu pro dan kontra. Padahal, dengan adanya wisata itu diharapkan membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

 

 

“Apa lagi yang harus ditunggu oleh BTDC jika serius ingin membangun kawasan Mandalika Resort. Ground Breaking pembangunannya juga telah dilakukan oleh presiden SBY beberapa tahun yang lalu,” kata Samsul Qomar. (ari/lbk)