LOMBOKita - Politisi PKS angkat Bicara Terkait dengan kosongya Kantor DPRD Provinsi NTB. Ia mengakui saat ini Anggota DPRD Provinsi NTB dari semua komisi sedang melaksanakan kunjungan kerja ke daerah lain untuk menggesa disahkannya Peraturan Daerah (Perda).

LOMBOKita - Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTB nampak sepi. DPRD nampak lengang dan tidak terlihat aktifitas yang dilakukan oleh anggota DPRD di kantornya.

LOMBOKita - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, saat ini fokus mendorong kerjasama dan kesadaran masyarakat agar membuang sampah pada tempat yang telah disediakan pemerintah. Hal ini gun mengatasi persoalan banjir yang masih manghantui Kota dagang sekaligus pusat pemerintahan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Kota Mataram, Yuslifar Artadi mengatakan hal ini dilakukan pemerintah agar masyarakat memahami pentingnya memelihara budaya kebersihan sudah mampu terbangun dengan baik.

"Pemkot Mataram selama ini telah menempuh berbagai upaya guna memberikan pemahaman dan penyadaran kepada masyarakat, baik melalui kerja nyata dengan melibatkan secara lansung masyarakat, melalui gotong royong, seminar maupun sosialisasi melalui media" kata Artadi saat ditemui di ruang kerjanya (19/11/2012).

 

LOMBOKita - Guna mengantisipasi terjadinya banjir dan genangan disejumlah titik di Mataram. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Mataram, melalui Kepala Bidang Pengairan, Yuslifar Artadi mengatakan, pemerintah telah melakukan berbagai langkah strategis guna mengatasi terjadi banjir musi penghujan tahun ini.

Beberapa yang dilakukan antara lain dengan gencar melakukan pembersihan sampah yang terdapat di sejumlah drainase yang ada, menggali dan mengangkat sendimen yang mengendap di selokan dengan melibatkan TNI dan masyarakat.

"Selain mengajak dan melibatkan partisipasi lansung massyarakat secara nyata dengan melakukan gotong royong, kami juga gencar melakukan sosialisasi melalui media masa. Yang berisi himbauan kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan" kata Artadi saat ditemui di kantornya senin (19/11/2012).