LOMBOKita - Kebijakan dan geliat pembangunan Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini, mendapat perhatian dan apresiasi positif Pemerintah Federal Australia. Mulai dari masalah keamanan,  pengamanan imigran gelap, kamajuan pembangunan hingga kenyamanan berwisata di NTB.

Apresiasi pemerintah Federal Australia itu langsung disampaikan Konsul Jendral Australia, Brett Farmer saat menemui Sekda Muhammad Nur, selasa (20/11/2012) kemarin.

“Warga Australia lebih nyaman di NTB” ungkap  Konsulat Federal Australia. "Pemerintah Federal Australia memberikan apresiasi kepada Pemerintah NTB." kata Brett Farmer,

Selain apresiasi, Brett juga memberikan perhatian khusus terhadap keseriusan Pemprov NTB dalam pembangunan pembangunan infrastruktur seperti jalan di Pulau Sumbawa, pengelolaan kawasan pertambangan oleh perusahaan tambang asal Australia, program pemberdayaan masyarakat, program kesehatan untuk masyarakat miskin.

Menanggapi pertanyaan itu, Sekda NTB, Muhammad Nur mengatakan jalan nasional maupun provinsi di Pulau Sumbawa sudah dalam kondisi mulus. Pembangunan Jalan nasional dan provinsi di sepanjang Pulau Sumbawa dimaksudkan gun membuka akses bagi daerah-daerah potensial yang selama ini terisolasi.

"Silahkan coba melihatnya langsung jika ada kesempatan” katanya, Kamis (22/11/2012).

 

LOMBOKita - Warga Mataram mengaku puas dengan pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Mataram. Meski begitu, warga berharap pungutan liar (pungli) yang ada di Disdukcapil bisa diatasi secepatnya.

Wati warga Abiantubuh Cakranegara saat dimintai komentarnya mengaku pelayanan yang didapatkan dari Disdukcapil cukup baik dan bagus.  "Kalau masalah pelayanan lumayan bagus, cuma soal pungutan tetap saja kita dikenakan biaya administrasi sebesar 21 ribu untuk pembuatan akte kelahiran, dan pembuatan KTP sebesar 15 ribu. Yah kalau kita maunya digratiskan." terang Wati, Kamis (22/11/2012).

 

LOMBOKita - Menjadi orang nomor satu di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), bukan berarti bisa tidak melalui prosedur. Gubernur NTB Dr TGH M Zainul Majdi bersama istri Hj Robiatul Adawiyah Majdi datang sendiri ke kantor Camat Mataram untuk mengambil KTP Elektronik (e-KTP) yang harus disertai dengan proses otorisasi dengan pengecekan sidik jari.

Pria yang akrab disapa TGB ini sempat berbincang dengan Camat Mataram terkait proses pembuatan e-KTP ini. Usai melakukan pemeriksaan biometric, Gubernur dan istri kemudian kembali ke kantor Gubernur.

Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB Dr HL Sajim Sastrawan mengakui, banyak kekeliruan dalam proses perekaman pembuatan e-KTP ini. Sehingga, banyak data yang terekam dalam e-KTP tidak sesuai dengan data biometric pemilik e-KTP.

 

LOMBOKita - Militer Republic of Singapore Air Force (RSAF) atau Angkatan Udara Singapura bersama TNI Angkatan Udara (AU) menggelar latihan tempur diatas langit Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak 19 November 2012.

Danlanud Rembiga, Letkol Pnb Ridha Hermawan, mengatakan pihak Singapura membawa enam unit pesawat F5. Sedang TNI AU RI membawa Hawk 100/200 sebanyak empat unit,
Selain pesawat itu, unit pesawat Puma serta pesawat pengintai juga digunakan dalam latihan tersebut. Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi pangkalan, sementara latihan dilakukan di selatan dan utara Sumbawa.