LOMBOKita - Himpunan Mahasiswa Pemuda Dompu (HMPD) Mataram, mulai Jumat (23/11/2012) menggelar aksi penggalangan dana untuk rakyat Palestina yang dilaksanakan di perempatan jalan Majapahit Mataram.

Ilham, Ketua HMPD Mataram menyatakan aksi penggalangan dana ini merupakan wujud solidaritas sesama muslim. Selain itu juga atas nama kemanusiaan terhadap derita yang dirasakan oleh rakyat Palestina akibat serangan membabi buta dari Israel.

LOMBOKita - Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) siap mengekspor kopi "specialty" jenis arabika guna memenuhi permintaan sejumlah negara yang meminati komoditas itu.


Kepala Dinas Perkebunan Hj Hartina, mengatakan kopi "specialty" merupakan kopi yang memiliki cita rasa khas sesuai dengan kondisi gegrafis daerah pengembangannya.

Kopi "specialty" sudah bisa disejajarkan dengan kualitas kopi Kintamani, Bali, dan kopi Gayo, Aceh.

"Sudah ada stok sekitar 2,7 ton yang siap diekspor. Stok itu masih berada di tangan petani. Rencananya ekspornya dilakukan oleh PT Indocafe bersamaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Provinsi NTB pada 17 Desember 2012," katanya di Mataram, Kamis (22/11/2012)

Ia mengatakan, lahan kopi "specialty" menyebar di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, dan Desa Tepal, Kecamatan Batu Lanteh, Kabupaten Sumbawa.

Kualitas kopi siap ekspor itu cukup bagus, sehingga harga beli di petani mencapai Rp35 ribu per kilogram biji kering. Para petani di dua sentra produksi itu sudah mulai memahami akan arti penting menjaga kualitas hasil panen.

Menurut Hartina, adanya peningkatan kualitas hasil panen tidak lepas dari upaya Dinas Perkebunan Provinsi NTB bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, Jember, Jawa Timur, yang melakukan pembinaan terhadap petani sejak 2009.

 

LOMBOKita - Pengamat dan akademisi Tata Kota Universitas Muhammadiyah Mataram (UMM), Ira Rahmawati Sushanti mengatakan untuk menciptakan keteraturan sistem tata kota yang baik dan memenuhi standar, tidak cukup hanya mengandal sumberdaya yang ada dilingkungan Pemkot Mataram dan dinas yang membidangi bidang tersebut semata.

Tetapi, kata Sushanti, harus melibatkan semua sumberdaya dan semua pemangku kepentingan (Stakeholder), mulai dari Pemerintah, masyarakat, pihak swasta termasuk kalangan akademisi dalam membuat dan menjalankan setiap program yang dicanangkan

"Menciptakan Tata Kota yang baik juga bisa dilakukan dengan mengoptimalkan berbagai potensi yang ada, seperti kuliner yang menjadi ciri khas daerah maupun Kota tersebut." kata Sushanti, Kamis (22/11/2012).

 

LOMBOKita - Pembangunan di Kota Mataram dari tahun terus mengalami kemajuan, khususnya di bidang infrastruktur yang meliputi kawasan permukiman, perkantoran, perumahan dan jalan. Namun pesatnya pembangunan tersebut tidak dibarengi dengan disain tata kota yang baik.

Pengamat dan dosen tata kota Universitas Muhammadiyah Mataram, Ima Rahmawati Sushanti saat dimintai komentarnya mengatakan Tata Kota Mataram, masih jauh dari harapan ideal. Sushanti juga menilai kalau Pemkot Mataram tidak konsisten dalam menjalankan kebijakan yang ada.

"Secara konsep kebijakan dan aturan yang dibuat Pemkot memang sudah bagus, tetapi tidak konsisten dalam pelaksanaan dilapangan." kata Sushanti ketika ditemui di
sela sela kesibukannya memberikan materi perkuliahan di di kampus UMM, Kamis (22/11/2012).

Menurut Sushanti, idealnya tata kota yang bagus itu harus mempresentasikan segenap potensi yang diantaranya lingkungan ekonomi sosial budaya, dalam pembangunan melibatkan stekholder (pemangku kepentingan) yang menyangkut kebijakan pembangunan dan tersedianya infrastruktur yang memadai.

Sementara itu, Kepala Dinas Tata Kota, Kota Mataram, Pardi saat dimintai keterangannya soal tata kota Mataram khususnya soal izin membangun (IMB) mengaku selalu mengacu pada peraturan pemerintah, Perda dan peraturan menteri nomor 14.