LOMBOKita - Apa resep ormas Muhammadiyah masih eksis dan terus berkarya bagi Indonesia hingga diusianya yang ke-100 tahun? Jawabnya adalah karena amal usaha Muhammadiyah selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan menjauhkan dari gerakan politik praktis.

Demikian disampaikan oleh H Subhan, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat (DPW NTB) saat menggelar konfrensi pers menyambut Milad satu abad Muhammadiyah di Auditorium SMA Muhammadiyah Mataram, Jumat (23/11/2012).

“Muhammadiyah bertahan karena perannya melalui gerakan dakwah dan sosial kemasyarakatan, bukan melalui gerakan politik praktis,” ungkapnya.

Gerakan yang dilakukan Muhammadiyah selama ini menurutnya selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat. “Kesehatan, pendidikan, dakwah, meletakkan dasar pendidikan karakter dan keteladanan," kata Subhan.

LOMBOKita - Guna memperingati Milad ke 103 Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat (NTB), bertekad akan terus berkiprah dan mengambil peran serta membantu pemerintah NTB, dalam melanjutkan ikhtiar (usaha) pembangunan melalui sumbangan pemikiran maupun terlibat secara lansung di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Ketua PW Muhammadiyah NTB, H Subhan dalam konferensi pers yang digelar di ruang audutorium SMA Muhammadiyah Jum'at (23/11/2012).

Subhan mengatakan,sebagai ormas keagamaan yang bergerak di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan sosial dan budaya Muhammadiyah telah berkontribusi besar dalam memajukan kehidupan bangsa.

 

LOMBOKita - Upaya Pemerintah Kota Mataram untuk menanggulangi masalah banjir sepertinya masih jauh dari harapan warga. Setidaknya itu yang dinyatakan oleh warga Karang Pule, Gafar.

Menurut Gafar usaha yang dialakukan pemerintah belum serius. Alasannya pengerukan dan peninggian bonjrongan (tembok pembatas) sudah lama tidak dilakukan. Padahal menurutnya dua hal itu yang bisa menjadi jalan keluar persoalan banjir yang sering menghantui warga.

"Tolong supaya kali ini diperdalam, dan pembangunan bonjrongan yang dilakukan sekarang ini ditinggikan," ujarnya pada Jumat (23/11/2012).

Hal senada juga dikeluhkan oleh Inaq (ibu) Maisah yang rumahnya persis berada di pinggiran bantaran kali mengaku selalu merasa khawatir kalau musim hujan tiba, terutama pada malam hari. Ia bersama keluarganya mengaku tidak pernah merasa tenang dan  bisa tidur nyenyak, khawatir kalau air sungai akan besar naik dan menghanyutkan rumahnya.

Namun Kepala Badan Penanggulanganan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Muharar ketika ditemui memberi keterangan yang berbeda. Menurut Muharar Karang Pule kondisinya kondusif saat turun hujan sekalipun.

Ia membantah kalau di sepanjang permukiman warga Karang Pule terjadi banjir. "Waktu saya turun pada musim hujan kemarin, semua normal normal saja, tidak ada terjadi banjir, pengerukan endapan sendimen juga sudah kita lakukan," ulasnya.

LOMBOKita - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), terus melakukan optimalisasi pemanfaatan aset atau barang milik daerah terutama tanah dan bangunan yang masih iddle. Pemanfaatan aset yang sudah tidak dipergunakan ini guna mendukung tugas dan fungsi jajaran pemerintah (SKPD) di NTB dan  dapat di kerjasama-kan pemanfaatannya.

Kepala Biro Umum Setda Provinsi NTB, Ir H Iswandi selaku pembantu pengelola Barang Milik Daerah (BMD)  di Pemprov NTB menjelaskan, saat ini sudah banyak pihak investor yang menyampaikan minatnya untuk dapat bekerjasama dengan Pemprov NTB.

Penjaringan calon mitra untuk kerjasama pemanfaatan aset Pemprov NTB berupa tanah di kawasan bisnis Islamic Center, tanah di jalan Bung Karno dan jalan Ismail Marzuki serta tanah dan bangun milik Pemprov NTB di Pajang pada lokasi perumahan wakil Ketua DPRD yang sudah dikembalikan ke Pemprov NTB karena tidak dimanfaatkan lagi, sudah banyak dilirik investor.

Melalui proses pelelangan kerjasama pemanfaatan aset yang sedang berlangsung, sudah dijaring sebanyak 25 calon mitra, masing-masing 10 calon mitra untuk pembangunan hotel syariah, 7 calon mitra untuk pembangunan NCC (Nusa Tenggara Barat Convention Center) dan fasilitas pendukungnya, dan 8 calon  mitra pembangunan perkantoran (rukan).

"Seluruh calon mitra kerjasama pemanfaatan aset itu telah dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti proses selanjutnya" ujarnya di Mataram, Jumat (23/11/2012).

Ia menambahkan, seluruh calon mitra ini akan nanti mengikuti proses pelelangan dan penilaian.  Direncanakan, proses penilaian calon mitra akan dijadwalkan pada akhir November 2012 sampai Desember 2012. 

Melalui pelelangan dan penilaian ini, lanjut Karo Umum ini, akan ditetapkan satu calon mitra terpilih untuk setiap objek kerjasama pemanfaatan aset. Selanjutnya nanti calon mitra terpilih akan diberi waktu maksimum selama satu tahun menyusun rencana detail investasi dan pembangunan, pengurusan perijinan yang diperlukan serta pembahasan perjanjian kerjasama ke dua belah pihak.


Proses ini akan termuat dalam suatu Nota Kesepahaman (MoU) antara calon mitra terpilih dengan Gubernur NTB. "Mudah-mudahan semua proses berjalan lancar, terutama kesiapan investasi dari calon mitra guna mempercepat proses pembangunannya sehingga realisasi investasinya segera terwujud. multiplayer efeknya akan sangat baik bagi pertumbuhan ekonomi NTB, peningkatan lapangan kerja serta peningkatan pendapatan asli daerah." terangnya.

Sementara untuk, kerjasama pemanfaatan aset melalui pola bangun guna serah atau build operate transfer (BOT) akan terus dilakukan Pemprov NTB pada masa mendatang terutama untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset yang masih iddle tersebut.